Adat Pengantin Lampung

4 min read Jun 10, 2024
Adat Pengantin Lampung

Adat Pengantin Lampung: Tradisi Mewah dan Bermakna Dalam

Tradisi pernikahan di Lampung, Sumatera, memiliki kekayaan budaya yang mendalam dan dipenuhi dengan makna simbolis. Pernikahan adat Lampung dikenal dengan kemegahan dan keunikannya, mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun temurun.

Tahapan Pernikahan Adat Lampung

Pernikahan adat Lampung dibagi menjadi beberapa tahapan penting, yaitu:

1. Ngajuk (Permintaan Tangan)

Tahap ini diawali dengan perwakilan keluarga laki-laki yang datang ke rumah keluarga perempuan untuk mengajukan permintaan perkawinan. Keluarga perempuan akan mempertimbangkan dan memberikan jawabannya.

2. Ngejung (Meminta Restu)

Setelah keluarga perempuan menyetujui, dilanjutkan dengan acara ngejung. Proses ini melibatkan keluarga besar kedua belah pihak untuk meminta restu dan nasihat dari para sesepuh.

3. Nemu (Pertemuan Keluarga)

Kedua keluarga bertemu dan membahas segala hal terkait pernikahan, termasuk tanggal, mahar, dan acara pernikahan.

4. Nyanding (Upacara Pernikahan)

Puncak dari rangkaian pernikahan adat Lampung adalah upacara nyanding. Prosesi ini dilakukan di rumah keluarga perempuan dan dipenuhi dengan berbagai ritual dan simbolisme.

5. Ngemban (Prosesi Pengantin)

Setelah upacara nyanding, pengantin diarak menuju rumah mempelai laki-laki dengan iringan musik tradisional Lampung.

Simbolisme dalam Pernikahan Adat Lampung

Setiap elemen dalam pernikahan adat Lampung memiliki makna simbolis yang mendalam, antara lain:

  • Kain Julung: Kain tenun tradisional Lampung yang dipakaikan kepada pengantin perempuan, melambangkan kesucian, keanggunan, dan kehormatan.
  • Mahar: Mahar yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita bisa berupa uang, perhiasan, atau tanah. Mahar menjadi simbol tanggung jawab dan komitmen mempelai pria terhadap keluarga perempuan.
  • Seserahan: Keluarga mempelai pria menyerahkan berbagai macam barang kepada keluarga mempelai wanita, seperti makanan, minuman, dan perlengkapan rumah tangga. Seserahan melambangkan kepedulian dan keharmonisan.
  • Musik Tradisional: Musik tradisional Lampung, seperti gending dan gambus, menyertai setiap tahapan pernikahan dan menambahkan semangat serta keindahan pada acara.
  • Busana: Busana pengantin berwarna mencolok seperti merah dan kuning, menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan.

Keunikan Pernikahan Adat Lampung

Pernikahan adat Lampung juga memiliki beberapa keunikan tersendiri:

  • Upacara Minum Siraman: Sebelum upacara nyanding, pengantin dibersihkan dengan air siraman yang diambil dari tujuh sumur. Prosesi ini melambangkan penyucian diri dan kesiapan untuk menjalani kehidupan baru.
  • Upacara Pemotongan Kue: Kue yang dipotong oleh pengantin adalah kue berbentuk gunung dan melambangkan keharmonisan dan kekuatan dalam hubungan pasangan.

Kesimpulan

Pernikahan adat Lampung merupakan warisan budaya yang berharga dan menunjukkan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung. Tradisi pernikahan ini memperkuat ikatan keluarga dan menjalankan aturan adat istiadat yang diwariskan turun temurun.

Melestarikan tradisi pernikahan adat Lampung sangat penting untuk menjaga kebudayaan lokal dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai luhur yang dikandungnya.