Adat Lampung Terbagi Menjadi Dua Yaitu

4 min read Jun 10, 2024
Adat Lampung Terbagi Menjadi Dua Yaitu

Adat Lampung Terbagi Menjadi Dua: Pepadun dan Pesisir

Adat istiadat di Lampung, Provinsi di bagian selatan Sumatera, dikenal dengan kekayaan dan keragamannya. Budaya masyarakat Lampung terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Pepadun dan Pesisir. Kedua kelompok ini memiliki ciri khas dan perbedaan yang mencolok dalam berbagai aspek, mulai dari bahasa, pakaian, rumah adat, hingga sistem kepercayaan.

Pepadun: Mencari Makna dalam Gunung dan Hutan

Pepadun merupakan kelompok masyarakat Lampung yang mendiami wilayah pegunungan di bagian tengah dan utara Lampung. Mereka dikenal dengan sifatnya yang kuat, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Berikut beberapa ciri khas Pepadun:

  • Bahasa: Menggunakan bahasa Lampung dengan dialek Pepadun yang lebih kasar dan tegas.
  • Pakaian Adat: Sai (kain panjang) bermotif geometris dengan warna gelap, Kain Julung (kain tenun khas Pepadun), dan Kain Beludru untuk acara formal.
  • Rumah Adat: Rumah Limas dengan atap berbentuk limas, bagian bawah memiliki tiang penyangga, dan teras yang luas.
  • Sistem Kepercayaan: Memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan alam.
  • Upacara Adat: Ngupi (minum kopi bersama) sebagai tradisi penyambutan tamu, Nyabur (meminta restu dari leluhur), dan Ngaduh (upacara permohonan kepada Tuhan).

Pesisir: Kearifan Laut yang Kaya

Pesisir merupakan kelompok masyarakat Lampung yang mendiami wilayah pantai di bagian selatan Lampung. Mereka dikenal dengan sifatnya yang ramah, toleran, dan memiliki jiwa pelaut yang kuat. Berikut beberapa ciri khas Pesisir:

  • Bahasa: Menggunakan bahasa Lampung dengan dialek Pesisir yang lebih halus dan lembut.
  • Pakaian Adat: Sai dengan motif flora dan fauna dengan warna cerah, Kain Cindua (kain tenun khas Pesisir), dan Kain Songket untuk acara formal.
  • Rumah Adat: Rumah Sebatin dengan atap berbentuk pelana, bangunan lebih sederhana, dan memiliki teras yang sempit.
  • Sistem Kepercayaan: Memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan kekuatan laut.
  • Upacara Adat: Nyabur (meminta restu dari leluhur), Ngaji (membaca Al-Quran), dan Nyawa (upacara pernikahan).

Perbedaan yang Menyatu dalam Keharmonisan

Meskipun memiliki perbedaan dalam berbagai aspek, kedua kelompok masyarakat ini hidup berdampingan dengan harmonis. Mereka saling menghormati dan memahami budaya satu sama lain. Hal ini terwujud dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan kedua kelompok, seperti upacara adat, festival seni, dan kegiatan keagamaan.

Adat istiadat Lampung, baik Pepadun maupun Pesisir, merupakan aset budaya yang sangat berharga. Kearifan lokal yang terkandung di dalamnya patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Related Post