Adat Budaya Lampung Ngidok Wo Macem Yolah

5 min read Jun 10, 2024
Adat Budaya Lampung Ngidok Wo Macem Yolah

Ngidok Wo: Tradisi Unik Masyarakat Lampung dalam Meminta Restu dan Doa

Ngidok wo merupakan tradisi unik masyarakat Lampung yang memiliki makna mendalam dan menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial mereka. Kata "ngidok wo" sendiri berasal dari bahasa Lampung, yang berarti "minta restu". Tradisi ini merupakan wujud penghormatan dan rasa syukur kepada para leluhur dan Tuhan, serta memohon berkah dan perlindungan dalam menjalani hidup.

Berbagai Macam Ngidok Wo

Ngidok wo memiliki berbagai macam bentuk dan tujuan, antara lain:

1. Ngidok Wo Ngunduh Restu

Ngidok wo ngunduh restu merupakan tradisi meminta restu kepada orang tua sebelum melakukan sesuatu yang penting. Misalnya, sebelum menikah, membangun rumah, memulai usaha, atau pergi merantau. Pada acara ini, anak yang akan melakukan sesuatu yang penting akan datang ke rumah orang tua dan meminta restu, disertai dengan sesaji berupa makanan dan minuman.

2. Ngidok Wo Ngembang Jero

Ngidok wo ngembang jero dilakukan saat seseorang meninggal dunia. Tujuannya adalah untuk memohon ampunan dan restu bagi almarhum. Acara ini biasanya dilakukan dengan membacakan doa dan memberikan sesaji berupa makanan dan minuman yang disukai almarhum.

3. Ngidok Wo Nyambut Tamu

Ngidok wo nyambut tamu dilakukan saat menerima tamu istimewa, seperti keluarga jauh, teman lama, atau pejabat penting. Acara ini dilakukan dengan memberikan makanan dan minuman, serta melakukan percakapan ramah tamah.

4. Ngidok Wo Nyuhur

Ngidok wo nyuhur dilakukan saat seseorang akan melakukan perjalanan jauh, seperti merantau atau pergi haji. Tujuannya adalah untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama perjalanan. Acara ini biasanya dilakukan dengan membacakan doa dan memberikan sesaji berupa makanan dan minuman.

Makna dan Nilai di Balik Tradisi Ngidok Wo

Ngidok wo bukan hanya sekadar tradisi, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi dalam kehidupan masyarakat Lampung. Tradisi ini mengajarkan:

  • Kehormatan dan Rasa Syukur: Ngidok wo merupakan wujud penghormatan kepada orang tua, leluhur, dan Tuhan. Melalui tradisi ini, masyarakat Lampung menunjukkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima.
  • Kerukunan dan Persatuan: Tradisi ngidok wo mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan masyarakat. Acara ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan dan meningkatkan rasa kebersamaan.
  • Keberkahan dan Perlindungan: Ngidok wo memohon berkah dan perlindungan dari Tuhan. Masyarakat Lampung percaya bahwa dengan melakukan tradisi ini, mereka akan mendapatkan keselamatan, keberkahan, dan kelancaran dalam menjalani hidup.

Pelestarian Tradisi Ngidok Wo

Tradisi ngidok wo merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Masyarakat Lampung memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian tradisi ini, antara lain:

  • Meneruskan Tradisi kepada Generasi Muda: Tradisi ngidok wo harus terus diturunkan kepada generasi muda. Orang tua memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini.
  • Melakukan Ritual dengan Khidmat: Ritual ngidok wo harus dilakukan dengan khidmat dan penuh makna. Hal ini menunjukkan penghormatan dan keseriusan dalam melakukan tradisi ini.
  • Menghindari Pemaksaan dan Kesewenang-wenangan: Tradisi ngidok wo harus dilakukan dengan sukarela dan penuh kesadaran. Tidak boleh ada pemaksaan atau kesewenang-wenangan dalam menjalankan tradisi ini.

Tradisi ngidok wo merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Lampung. Melalui tradisi ini, masyarakat Lampung dapat menjaga nilai-nilai luhur, mempererat tali silaturahmi, dan memohon berkah dan perlindungan dari Tuhan.

Related Post