Adat Budaya Lampung Ngedok Ghua Macom Iyulah

4 min read Jun 10, 2024
Adat Budaya Lampung Ngedok Ghua Macom Iyulah

Adat Budaya Lampung: Ngedok Ghua Macom Iyulah

Ngedok Ghua Macom Iyulah merupakan salah satu tradisi unik yang melekat erat pada masyarakat Lampung, khususnya di wilayah pesisir. Tradisi ini dipraktikkan sebagai bentuk penghormatan dan permohonan kepada alam dan para leluhur untuk mendapatkan hasil laut yang melimpah.

Makna Filosofi dan Ritual

"Ngedok Ghua Macom Iyulah" berasal dari bahasa Lampung, yang secara harfiah berarti "menyerukan laut agar melimpah". Tradisi ini melibatkan ritual khusus yang dilakukan di tepi pantai, biasanya diiringi dengan lantunan doa dan nyanyian yang mengandung makna filosofi mendalam.

Berikut beberapa makna filosofi dalam tradisi ini:

  • Penghormatan kepada Alam: Ngedok Ghua Macom Iyulah merupakan simbol rasa hormat dan syukur kepada alam, terutama laut sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir Lampung.
  • Permohonan kepada Leluhur: Doa dan nyanyian yang dilantunkan juga ditujukan kepada para leluhur, memohon berkat dan keselamatan dalam mencari nafkah di laut.
  • Harmoni Manusia dan Alam: Tradisi ini menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dengan alam.

Ritual dalam Ngedok Ghua Macom Iyulah:

  • Persiapan: Sebelum melakukan ritual, masyarakat akan membersihkan diri dan menyiapkan sesaji berupa hasil bumi dan makanan khas Lampung.
  • Lantunan Doa: Sesaat sebelum matahari terbit, perwakilan masyarakat akan membacakan doa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mendapatkan hasil laut yang melimpah.
  • Nyanyian dan Tarian: Ritual dilanjutkan dengan nyanyian dan tarian tradisional yang diiringi alat musik khas Lampung, seperti gambus dan rebana.
  • Penghormatan: Ritual diakhiri dengan penghormatan kepada laut dan pelepasan sesaji ke laut sebagai bentuk persembahan kepada alam dan leluhur.

Pentingnya Melestarikan Ngedok Ghua Macom Iyulah

Tradisi Ngedok Ghua Macom Iyulah merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Lampung. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai filosofi dan religius, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian alam dan memperteguh rasa persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Upaya pelestarian tradisi ini sangat penting, diantaranya:

  • Pendidikan: Mengajarkan nilai-nilai tradisi Ngedok Ghua Macom Iyulah kepada generasi muda agar mereka dapat memahami makna dan pentingnya tradisi ini.
  • Dokumentasi: Melakukan dokumentasi tradisi ini melalui berbagai media, seperti foto, video, dan tulisan.
  • Penyelenggaraan: Mempertahankan dan bahkan meningkatkan penyelenggaraan tradisi ini dengan melibatkan seluruh masyarakat.

Ngedok Ghua Macom Iyulah merupakan bukti kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Lampung. Melestarikan tradisi ini berarti menjaga warisan budaya leluhur, memperkuat nilai-nilai luhur, dan membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Related Post